Pintu-pintu Kehidupan

Aku berjalan langkah demi langkah untuk melakukan perjalananku dengan membuka pintu pertama bernama “Kehidupan”.
Setelah memasuki pintu itu aku melihat dua sisi, kegelapan (dosa) dan cahaya (kebaikan). Kegelapan memiliki ruang yang luas di banding cahaya ketika aku ada di sana.
Aku teruskan langkahku melewati jalan cahaya, terkadang aku terseret dan tersesat di sisi kegelapan selama perjalanan.
Aku telah menempuh setengah perjalanan yang panjang dan aku menemukan dua pintu di antara kegelapan dan cahaya. Ku coba membuka pintu di kegelapan aku melihat dosa-dosa yang akan menjerumuskanku karena takut aku langsung menutup pintu itu dan menuju pintu cahaya, di pintu cahaya aku melihat begitu banyak amal dan kebahagiaan dalam kehidupan, ku coba untuk memasuki pintu itu tapi… badanku tertarik kepintu kegelapan aku seperti magnet fositive dan tertarik ke arah negatif.
Dengan segenap kekuatan yang ada aku berusaha melepaskan diriku dari tarikan itu dan akhirnya aku bisa terlepas.
Aku bersykur bisa terlepas dari tarikan itu dan akupun segera berlari memasuki pintu cahaya.
Sekian lama aku berjalan di dalam Pintu Cahaya akhirnya aku berhasil menyelesaikan perjalananku dan menemukan pintu terakhir yang bernama “Kematian” , pintu itu berwarna putih dan begitu indah. Tanpa pikir-panjang aku langsung masuk kepintu itu dengan tenang.

Saya akan menjelaskan makna yang tersingkat dari tulisan di atas.

Awal pertama adalah kehidupan “Pintu Kehidupan” dan ketika berjalan menjalani kehidupan kita akan melihat dosa “Kegelapan” dan kebaikan “Cahaya”. Suatu saat kita terseret kedalam dua sisi yaitu dosa “Pintu Kegelapan” dan amal “Pintu Cahaya”.
Setelah kita memilih dua pilihan itu, kita akan terus menjalaninya dan akan berakhir pada sebuah kematian “Pintu Kematian”. Ketika kita menuju kematian kita telah memilih jalan antara dosa atau amal dalam kehidupan “Perjalanan” kita. Kehidupan adalah pilihan dan setiap pilihan terkadang akan membawa kita dalam kesesatan, tetapi dengan berada di jalan tuhan kita pasti akan berada di pilihan kebaikan.

17 responses

  1. Wah.. Keren post nya kawan
    Terus berkarya😎

    Juni 8, 2010 pukul 5:26 am

  2. zarod

    kok dikoment sendiri lah ? he…

    —————-
    HEE..😀,, ia nih pak.. Gi gak ada kerjaan.. Mending muji karya sendiri🙂

    Juni 8, 2010 pukul 8:33 am

  3. pak Zarod, dengarkan ya penjelasan

    —————-

    terimakasih pak kunjunganya. 🙂

    Juni 8, 2010 pukul 9:59 am

  4. cerita yang “nice”..:)

    —————-

    jadi malu saya di puji hehehe:mrgreen:

    Juni 8, 2010 pukul 11:46 am

  5. Aduh kenapa kamu menjelaskan maksud tulisanmu?:(
    Saran Bejo teman saya yang sarjana sastra, biarkan saja pembaca menafsirkan sendiri. Dengan begitu kamu akan mengajak pembaca berfikir dan merenungkan karyamu. Mereka akan mencoba memahami jalan fikiranmu. Pasti keren deh kalo ada banyak orang yang mencoba memahami karyamu.:D

    —————-

    Saya cuman menjelaskan makna yang ada di pikiran saya pak..,, jadi salah ya!!!🙂
    Makasih ya pak dah bersilaturahmi.. Salam buat Pak Bejo,, sepertinya saya butuh saran banyak dari pak bejo😀

    Juni 8, 2010 pukul 4:07 pm

  6. Amin. insyaallah…
    analogi yang bagus sobat.
    pada dasarnya hidup ini merupakan kumpulan dari pilihan-pilihan. dan setiap pilihan yang kita ambil sedikit atau banyak akan menentukan jalan hidup kita. maka pilihan yang tepat (kebaikan) lah yang akan mengantarkan kita pada jalan hidup yang benar. insyaallah..
    salam persaudaraan!!

    —————-

    salam persaudaraan juga :)… kebaikan yang kita anggapun terkadang bisa jiga merupakan kesalahan.. tentu dengan jalan Allah SWT kebaikan akan selalu baik…😮

    Juni 8, 2010 pukul 11:05 pm

  7. selamat pagi.

    memang setiap kisah manusia akan memiliki ujung yang sama.

    kematian.

    terima kasih dan mohon maaf😮

    —————-

    benar sekali bro alis… Tapi jujur aku masih gak sanggup untuk membuka pintu kematian itu karena masih banyak dosa yg blum ku tebus😦
    Mohon maaf dan terimakasih😀

    Juni 8, 2010 pukul 11:57 pm

  8. keep blogging bro.. ^^^

    —————-

    ok.. ok .. ok bro😎
    izin ya buat taut link abro.. semoga saya bisa menjalin persahabatan blogger🙂

    Juni 9, 2010 pukul 12:27 am

  9. kezedot

    semngat bloging y
    salam persahabatan

    —————-

    salam persahabatan balik.. ia,, mohpn dukunganya ya mas.. saya juga masih banyak kekurangan🙂

    Juni 9, 2010 pukul 1:48 am

  10. Jangan hiraukan pak akhta. Nasehat yg saya berikan hanya untuk pak Akhta saja yang harusnya sudah profesional menulis karya sastra.
    Nasehat untuk Ullah, teruskan saja berkarya. Nantinya tulisan kamu akan menjadi baik berdasarkan belajar dan pengalaman. Yang terpenting ikuti kata hati dalam menulis karya sastra. Kalau menurut hatimu baik, silahkan saja ditulis:D

    —————-

    hmmhh.. makasih banyak pak bejo atas saranya.. Saya masih butuh banyak saran pak, soalnya kemampuan saya masih kurang dalam menulis… Mohon dukunya ya pak bejo😀

    Juni 9, 2010 pukul 6:48 am

  11. berkunjung lagi..:)

    —————-

    TRImakasih, Trimakasih, Trimakasih…
    Arigato gozaimashita

    Makasih dah berkunjung lagi😉

    Juni 9, 2010 pukul 8:58 am

  12. bener pak aktha Lah,… gak usah narablog kau jelasin apa FOSITIF itu

    —————-

    jah,,, pak akhta/Pak bejo = ??????
    Bingung saya pak.. Hee🙂

    Juni 9, 2010 pukul 9:27 am

  13. good and nice posting. baru kali ini aku baca postingan yg luar biasa.Terus berkarya,jadikan blog sebagai wadah untuk berbagi sehingga bisa memberi manfaat bagi orang lain.

    Juni 10, 2010 pukul 5:19 am

  14. absen

    Juni 10, 2010 pukul 9:26 am

  15. Siti Fatimah Ahmad

    Assalaamu’alaikum Hairullah

    Tulisan yang mantap dan berkualitas. Saya menyenangi gaya fikir dan ide Hairullah yang santai serta memberi ruang untuk memikirkan apa yang telah dilalui sepanjang usia kehidupan ini. Bahasanya indah dan mengesankan.

    Saya setuju dengan bicara pak Akhta. Sebaiknya dibiarkan khalayak pembaca yang membuat penafsirannya. Bukan Hairullah.TAPI…Tidak mengapa kalau Hairullah mahu menjelaskan apa yang telah ditulis kerana bagi saya itu merupakan satu tesis atau kesimpulan.

    Next posting, biarkan bicara itu dilayarkan ke minda pembacanya. barulah ada Ummph/mantap. Selamat terus menulis dan menulis dengan sukses. Ambil nasihat yang sewajarnya kerana keberhasilan tulisan yang baik memerlukan kritikan atau komentar dari yang lebih arif dalam dunia penulisan.

    Salam hangat dari saya.

    Juni 11, 2010 pukul 7:46 am

  16. teruslah berkarya!!
    semangat!!

    Juni 11, 2010 pukul 4:44 pm

  17. jalan terus, berkarya terus dan belajar dari pengalaman.

    Juni 16, 2010 pukul 10:29 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s