Nasi Telah Menjadi Bubur

Namaku adalah Ilfan, umurku baru 26 tahun tetapi dengan umur yang muda ini aku sudah mengonsumsi obat-obatan terlarang.
Awalnya aku adalah seorang anak yang baik dan merupakan seorang anak yang berprestasi di sekolahku SMAN 1 Keuara Timbul, aku merupakan seorang anak yatim dan tidak memiliki ayah, ayahku meninggal 3 tahun yang lalu dan itu merubah diriku menjadi anak yang kesepian.
Aku mempunyai seorang teman bernama irul, dia adalah teman akrabku irul dan aku selalu sholat bersama di mushola dekat rumahku.
Aku dan Irul sangat menyukai musik Metal , setiap hari kami selalu mendengarkan musik Metal di rumahku sejak saat itulah musik Metal mulai merasuk kedalam jiwaku.
Awalnya aku mulai sebuah perbuatan kekerasan dari musik Metal yang pernah ku dengarkan, di sekolah aku mulai membajak adek-adek kelasku, sekolahku sendiri merupakan sekolah yang sangat tidak ketat sehingga sepak terjangku tak pernah di ketahui guru malah guru hanya acuh tak acuh dengan apa yang ku lakukan di sekolah ini, entah kenapa aku merasa sangat senang dengan kebiasaan baruku. Aku mulai berantem dengan preman-preman di sekolah dan menunjukan bahwa aku yang terkuat dan geng di sekolah ini, walau aku pernah di skorsing 2 hari karena berantem tapi aku tetap melakukanya. Tak hanya itu, sekarang aku sudah ketagihan rokok setiap detik aku merokok dan mulai berambisi untuk menjadi geng di kotaku, tapi sejak saat itu Irul sahabatku mulai menjauhiku dan tak pernah mau berbicara denganku lagi, aku sedih karena kehilangan satu teman akrabku.
Aku mulai mencari teman-teman preman di kotaku, dan bergaul dengan mereka hingga akhirnya aku di beri sebuah minuman keras. Awalnya aku merasa tidak enak dengan minuman-minuman itu tetapi demi menjadi seorang yang berkuasa dan di takuti aku belajar meminum minuman itu.

======================

3 sudah berlalu, aku sudah bukan murid sekolah lagi karena di keluarkan dari sekolah sebab kelakuanku yang di ambang batas, aku menyesal dengan semua ini apalagi sekarang ibuku tak pernah peduli denganku lagi, aku mencoba bergaul dengan teman-temanku dulu tapi semua menjauhiku sekarang aku sudah tak punya teman kecuali hanya preman-preman yang dulu pernah mengajaku mabuk itulah temanku. Aku mulai berusaha kembali sholat untuk menebus semua dosaku di masa lalu, aku mulai sholat kembali ke mushola di mushola itu aku bertemu dengan Irul sahabatku dulu tetapi Irul tetap tak menghiraukanku.
Lama kelamaan aku merasa bosan dengan Sholat dan aku kembali ke kebiasaanku dulu yaitu mabuk, bagiku aku sudah menjadi seorang yang di benci dan biarlah aku semakin di benci percuma aku kembali ke jalan yang benar sedangkan tak ada yang menerimaku! Yang ku lakukan sekarang adalah berbuat dosa, mabuk-mabukan, berjudi. Aku tak punya tujuan apa-apa lagi, tujuanku hanya satu aku ingin kembali menjadi diriku yang dulu tapi tak pernah bisa sedangkan Irul, sekarang Irul telah menjadi dokter di rumah sakit yogyakarta, dia telah menjadi orang yang sukses dan di banggakan oleh orang lain. Aku menyesal kenapa dulu aku tak sekolah dengan serius dan mencampakan cita-citaku demi kesenangan belaka, hidupku sekarang sama dengan pepatah guru bahasa indonesiaku di SMA dulu
“Nasi telah menjadi bubur, karena terjerumus pada kesenangan dunia semata cita-cita hanya menjadi belaka”

13 responses

  1. entah ini fiksi atau kenyataan, adalah sebuah kesalahan bagi mereka yang berada dalam jalur yang benar dalam cerita diatas. Irul dan teman2 pemeran Aku yang dulu, tak seharusnya bertindak seperti demikian, menjauhi ‘kerbau kotor’. Kenapa mereka tak mau mengambil ember yang berisi air bersih untuk membersihkannya? nikmatnya ibadah tak lantas harus melupakan penyakit sosial dengan cuek dan apatis terhadap hal2 yang berbau ‘jelek’.💡

    ======

    Tepat sekali apa yang di jelaskan Agan. Memang aku ingin menunjukan sebuah sisi dari “Irul” dan “teman2 ku yang dulu” sebagai tokoh yang tidak baik.. Dan ilfan sebagai tokoh yang kesepian dan putus asa.. Mungkin ku ingin menunjukan tak semua kisah berujung kebahagiaan karena ini adalah dunia nyata, bukan bayangan kebahagiaan.. Contohnya karangan saya ini,,
    Walau sedikit ku ambil dari cerita seorang temanku dulu.

    Juli 24, 2010 pukul 6:06 am

  2. wah saya suka sekali bubur, apa lagi bubur kacang ijo.

    Juli 24, 2010 pukul 10:23 am

  3. masih ada waktu untuk mengejar dan memperbaiki cita-cita yang anda impikan, never giveup

    Juli 24, 2010 pukul 11:44 am

  4. Kisah nyata?🙄

    Juli 26, 2010 pukul 3:29 pm

  5. Tidak ada kebahagiaan tanpa kesedihan. Rumi pernah berkata bahwa kesedihan adalah pintu kebahagiaan dan kebahagiaan adalah terbukanya pintu bagi kesedihan.
    Cerita yang menarik.

    Juli 27, 2010 pukul 7:47 am

  6. sebenarnya sih kisah nyata.. cuman ku edit aja dikit🙂

    Juli 30, 2010 pukul 11:19 am

  7. selamat pagi

    gaya bahasanya sih biasa.
    tapi ada makna dan moral bagus dalam cerita ini.
    nice story, bro.

    berarti sumber bencananya adalah musik metal ya😉

    terima kasih dan mohon maaf😮

    Juli 30, 2010 pukul 8:05 pm

  8. tambahin abon..
    pasti enak buburnya
    *gak nyambung.com*

    kabuurrr

    Agustus 6, 2010 pukul 2:51 pm

  9. Cepat sembuh yah HAIRULLAH…

    Agustus 10, 2010 pukul 12:09 pm

  10. semuanya tergantung pada kesabaran seseorang.

    Agustus 10, 2010 pukul 8:29 pm

  11. erwanto

    klo nasi sdh mnjadi bubur,keong jd racun!!!!!!

    Agustus 16, 2010 pukul 3:54 pm

  12. untuk itu mari kita gali budaya tradisional yang ada di desa kita masing-masing karena dunia ini semakin mengglobal semakin lokal yang dicari orang

    Agustus 19, 2010 pukul 3:26 pm

  13. Pak wiwido dari batu payung kawasan malaysia…
    Karna selalu menang angka togel dari aki…kami cantungkan nama aki di atas’’’
    Nama,keberuntungan.
    Mau angka togel hasil ritual aki darmo,dengan angka 2d 3d 4d 5d 6d …atau membeli tuyul,
    Yang mendatang kan banyak duit,ratusan juta…
    Silahkan hbg,atau sms ki darmo di nmr 082-310-142-255…

    Agustus 4, 2014 pukul 4:42 am

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s