curhat

Hari Baru

Tak terasa rasanya kemarin masih anak kecil yang meminta belikan balon kepada orang tua, sekarang sudah berjalan sendirian dan membeli segala sesuatu sendiri. Rasa-rasanya masih anak TK yang bertanya tentang abjad kepada guru sekarang diri sendiri yang harus menjadi gurunya.

Disinilah saya sekarang, hidup mandiri mencari ilmu dipulau orang lain, bukannya memilih jalan hidup yang mudah dan nyaman seperti impian waktu saya SMP sekarang entah kenapa malah memilih jalan tambah panjang dan rumit. Tapi semua Allhamdulilah disyukuri dengan ikhlas, karena Allah SWT memberikan jalan yang bisa membuat saya berguna bagi orang lain.

Mungkin hidup akan lebih berarti dengan menolong orang, mungkin ayah dan ibu bisa saya rawat saat beliau sedang sakit, mungkin dan mungkin lainnya semangatku untuk menjalani hari kuliah pertama pada hari ini di Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma, Surabaya. Kami para mahasiswa baru diperlihatkan sekilas gambaran tentang Anatomi atau peta tubuh manusia. Memerlukan membaca lebih dari 5x untuk saya bisa menghapal kata-kata Romawi Kuno yang rumit dan susah diucapkan itu, tapi ketika membayangkan seorang Hairullah ini mengetahui dan menyembuhkan anggota tubuh seseorang yang sedang sakit, sungguh rasanya hidup ini akan lebih berarti.

Tak hentinnya saya bersyukur hari ini bisa membaca dan belajar kedokteran, karena banyak orang yang memimpikan kuliah Dokter tetapi Allah SWT membawa mereka kejalan yang lebih baik selain Dokter. Mungkin memang rasanya susah karena kebiasaan masa SMA dulu yang kurang belajarnya, tetapi demi Ibu dan Ayah di pulau Kalimantan sana saya akan berusaha untuk bisa,

Di hari yang baru ini atas takdir yang telah Allah SWT berikan saya mulai dengan ucapan Bismillahirrohma’nirrohim.


Allhamdulilah akhirnya saya bisa masuk FK

Allhamdulillahhirobbilalamin tak urungnya saya ucapkan puji syukur karunia tuhan karna berkat ridhonyalah saya bisa berhasil. Setelah mengikuti tes seleksi FK di Universitas Islam Indonesia Yogyakartai, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta , Universitas Islam bandung dan terakhir Universitas Wijaya Kusuma Surabaya akhirnya saya bisa lolos dan diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma. Walau sempat beberapa kali saya drop karena kegagalan, tapi kini terjawablah doa-doa saya untuk mendapatkan tempat terbaik, dan saya yakin tuhan punya rencana dibalik rencananya. Walau banyak teman-teman yang belum berhasil masuk di Fakultas Kedokteran pesan saya semoga semua bisa tercapai, ingat bangkit ketika jatuh karna kita hanya berusaha tuhan yang menentukan segalanya pekerjaan mulia tentu perlu pengorbanan yang besar, kalau kita menyerah sekarang kita hanya akan selalu menyerah nantinya.

Dan sekali lagi saya ucapkan puji syukur Allhamdulilah setelah saya cek pengumuman di blog Universitas Wijaya Kusuma ada terpampang nama saya. Saya tau perjuangan ini akan lebih panjang,  semoga ini memang adalah langkah dari Allah untuk menuju cita-cita saya, menjadi orang yang bisa menolong sesama kelak Amin.


Semut

Tak terasa sudah 2 bulan menetap diyogyakarta, demi mengikuti tes-tes fakultas kedokteran di perguruan-perguruan tinggi . Tapi sampai sekaarang belum membuahkan hasil, namanya juga usaha bersaing dengan anak-anak yang lebih pintar demi merebut bangku kuliah. Cuma bermodalkan bekal seadanya saya mengikuti tes 4 kali demi bisa selangkah mengejar cita-cita, tapi mungkin tuhan yang maha tahu ingin saya lebih berusaha lagi. Hal ini sempat membuat saya sedih dan gundah gulana karena selalu kepikiran keluarga dikalimantan, kasian ayah dan ibu yang cemas dengan perjuangan saya  disini.

Hari ini hari Jumat,  seperti biasa saya hadir dalam ibadah sholat jum’at di masjid dekat kosan, ceramah dari mimbar hari ini memberi sedikit motivasi untuk lebih semangat menghadapi  kondisi saya sekarang. Mimbar menceritakan bagaimana seekor semut yang bisa  pergi keluar daerah dengan memasuki salah satu kantong baju dari  jamaah yang hadir disini, yang mungkin setelah ini akan pergi naik pesawat kenusantara. Begitulah karunia Allah didunia ini, dia datang dengan memberikan rahmat dengan caranya sendiri.

Saat sudah selesai sholat dan pulang kekamar tanpa sengaja ada semut yang hinggap ditangan, padahal Mesjid tadi sangat bersih dan terawat sampai debu dan semutpun tak terlihat. Mungkin ini pesan dari Allah SWT untuk saya terus berjuang menghadapi apa yang terjadi, mungkin ini belum saatnya menyerah dan putus asa Allah akan membantu saya dengan caranya yang tak terduga seperti semut yang lemah ini bisa sampai kekamar saya dengan caranya yang tak terduga Subha’nawlah.

Insya’aw’lah  doa-doa dan usaha saya suatu saat nanti akan terjawab dengan cara Allah SWT.