Puisi

Pamit si pemuda

Selalu akan tiba waktu
Sipemuda banyak salah melatih nurani kalbu
Menginjak paku-paku emas berduri
Kayuh sampan dihutan sunyi

Hari ini pemuda ingat lagi
Jejak-jejaknya dulu duri
Gores hati-hati sang nurani
Yang membantu kala bingung hati

Pemuda merenung sesal dihati
Ingin watu akan kembali
Merubah akan langkah diri
Mohon pamit sebelum langkahkan kaki

Tapi harapan hanya asa
Benalu tetaplah luka
Ingin berubah sang pemuda berkata
Hatinya penuh ingatan lusa

Akan maksud pemuda banyak salah
Terima diri goreskan semua salah
Takkan gegabah langkah-selangkah pijak kaki
Ingat kala pesan sang nurani

Iklan

Pengakuan

Terasa aku menunggu disini
Dan aku tau kau ada di sini..
Melihatku dengan tatapan tulusmu
Aku tak mengharapkan apapun darimu

Sayangku
Aku sedang menunggumu
Untuk sebuah pengakuanku
Dan aku yakin
Ini adalah perasaan yang nyata

Sudah dua minggu kau tak ada
Aku tak tau kau dimana
Tetapi aku tau
Kau melihatku disini
Berdiri disini sepanjang malam
Dan aku tak mengharapkan apa-apa darimu

Sayangku
Aku tau kau melihatku
Dalam diam ini
Dalam kesunyian ini

Ini sebuah kesalahan
Ini sebuah khilaf
Aku tak pernah ingin menyakitimu
Walau hanya sedikit

Dengarkan aku disini
Lihatlah aku disini

“Aku mencintaimu
Aku menyayangimu…
Maafkanlah….
Maafkanlah aku
Maafkanlah semua kesalahanku
Dengarkan suaraku ini.
Karena …
Cuma kamu yang ada dihatiku”