tulisan

Senja

Terdiamku melihat silau matahari senja, menelusuri Retina yang penuh akan pertanyaan. Diantara segala pertanyaan hanya ingin selalu mencari arti sejati tujuan hidupku, yang masih berbekas ingatan akan cinta, cobaan, dan kenaifan diriku dahulu.
Bukan… Tak ingin selalu kusesali diri ketika disana masih ada yang lebih sedih hatinya tetapi tak sempat waktu untuk mengeluarkan kesedihan sungguh dalam akan suratan takdirnya, selalu berjalan dengan kaki penuh debu membawa gitar dan kemonceng, menyanyi dengan tenggorokan sesak akan kasih sayang orang tua. Tetapi pertanyaan ini makna akan inginnya kumerubah diri menjadi lebih baik. Seperti senja di sore ini, membaca arti semua orang lewat silau cahayanya, dan tetap bersinar dikala akan gelapnya dunia, dan seakan berkata kepadaku “Tak selamanya akan gelap, kusinari jiwa lewat matamu yang sendu